Jumat, 05 Februari 2010

Ujian Hidup

dari notes facebook seorang teman

Bagaimana memaknai ujian hidup, menjadi sangat berarti bagi kita untuk meraih dan menikmati hikmahnya. Seorang rekan sesama trainer (instruktur) yang selalu aktif dengan omset besar pada akhir tahun lalu harus opname di rumah sakit selama beberapa minggu karena serangan stroke ringan, selain itu beliau pun harus menjalani fisioterapi pasca opname. Rekan ini sangat bersyukur dengan kondisi sakitnya ini, karena menginap di rumah sakit rupanya menjadi waktu yang indah untuk menikmati arti hidup dan tujuan hidup.

“Ternyata, harta dan omset bukan segala-galanya. Bukankah ketika mati lampu adalah kesempatan bagi kita untuk menikmati indahnya terang?” demikian tuturnya.

Apa masalah kita saat ini? Keluarga yang tidak harmonis? Anak yang susah diatur? Uang yang selalu tidak cukup di tengah-tengah kenaikan biaya hidup yang semakin tinggi? Atau karier yang tidak berjalan mulus.
 

Minggu, 24 Januari 2010

Mendampingi Anak Di Masa Emas Mereka

dikutip dari eramuslim.com



Para ahli psikologi anak bilang: lima tahun pertama adalah masa emas bagi seorang anak.
Tahun-tahun emas. Ibuku selalu mengingatkan aku dulu ketika mereka (putra-putriku) masih kecil: Masa kecil mereka tak terulang dua kali.

Benar sekali. Waktu yang pergi tak akan kembali, masa kecil yang berlalu tak mungkin diulang.
Seberapa pentingnya-kah masa emas ini?

Sesudah si kecil menghirup udara kotor dunia pada detik-detik pertama hidupnya, sejak saat itulah ia mulai belajar dari pahit getirnya dunia.

Tarikan nafas pertama memperkenalkannya dengan kebutuhan dasar. Bernafas.
Para pakar menganjurkan pada detik-detik pertama tersebut si kecil segera diperkenalkan pada bundanya. Maka bayi merah yang bahkan masih licin tersebutpun diletakkan di atas dada bunda yang sedang sumringah bahagia.

Tatapan pertama antara keduanya.
Apa yang kau lihat pada dirinya wahai bunda?

Baca Selengkapnya

My Precious...

By : Prima Avianti (Ummu Hizballah n Jundallah)



Akhirnyaa,, nyampe juga di fase ini: "saat keduanya tantrum dan si kakak minta gendong sementara ummi masi berusaha membujuk si adek dengan menimangnya",, rumus psikologi? ilmu parenting? (mendadak) MUSNAH! :)

abinya masi di jogja,, emang siy kami masi tinggal bareng ortu ada dua adek juga,, tapi teuteup: gada yg sanggup ngehandle hizballah,, kecuali aku: umminya,, dan dia: abinya,, :) lagian aku juga ga mo ngerepotin kung-utinya,, biarlah pas 2 krucils lagi hepi aja ngikut mereka,,

tappii waktu hizballah ngamuk dan si adek juga ga bisa diem nangisnya bikin aku (awalnya) kewalahan sangat! namun demikian aku coba tuk tenang,, bujuk si kakak tanya ma hizballah: mintanya apa? di jawablah minta maenan truk,, aku kasih truk,, belom 5 detik uda minta liat tivi,, aku bilang: yaudah mas duduk manis liat tivi sambil maenan truk, oke?,, belom 5 detik lagi hizba minta gambar,, aku bilang: buku ma tulisnya ada di meja mas, diambil sendiri gih mas kan pinter,, hizba: ga mau diambilin ummi ajaa,, oke aku ambilin,,



Jumat, 08 Januari 2010

Ada Apakah Tahun Baru Masehi dan Gerhana Bulan?

dikutip dari eramuslim.com 
Tahun baru Masehi 2010 baru saja menjelang, beberapa jam lalu. Seperti biasanya, setiap orang di hampir semua pelosok larut dalam perayaannya yang berlangsung hingga dini hari. Bukan hanya orang tua dan dewasa saja, bahkan anak-anak kecil pun banyak yang diperbolehkan orang tuanya untuk tidur sangat larut, demi ikut meniupkan terompet tahun baru. 

Pada saat yang bersamaan, malam tahun baru Masehi 2010 diterangi sebuah peristiwa kebesaran Allah swt, yaitu gerhana bulan. Cahaya bulan yang terang benderang memupus semua mendung yang datang sepanjang hari kemarin, dan hujan yang bahkan turun hampir selepas Isya. 

Tentu, selalu ada skenario dari Allah swt terhadap semua peristiwa di dunia, apalagi ketika berbarengannnya gerhana bulan dan perayaan tahun baru Masehi. Gerhana bulan memang terjadi Jumat (1/1/2010) sekitar pukul 00.15 dan mencapai puncaknya pada pukul 02.22. Peristiwa ini akan menyebabkan air laut pasang di beberapa wilayah, seperti Jakarta. Akibatnya, apabila malam itu turun hujan lebat, banjir akan terjadi.


Kabar Sedih Dari Gaza, "Rumput Jadi Makanan Pokok Anak-Anak"



dikutip dari eramuslim.com

Kondisi umat Islam di Gaza, Palestina, sangat menyedihkan khususnya setelah distribusi bantuan makanan bagi rakyat Palestina di Jalur Gaza dihentikan PBB dengan alasan kekurangan bahan bakar.
  

Orang-orang Palestina telah berada dalam kesulitan untuk mendapatkan makanan sejak Palestina diduduki pada tahun 1946. Di beberapa resort, bahkan sebagian lagi memakan rumput.

Badan PBB yang mengelola distribusi bantuan, UNRWA, menghentikan pengiriman bantuan makanan ke Gaza dua minggu lalu karena kendaraan mereka mengalami kekurangan bahan bakar. Lebih dari 80% penduduk Gaza mengandalkan bantuan kemanusiaan, dengan pasokan makanan dari PBB memenuhi kebutuhan 1,5 juta orang. Sebagian besar dari mereka adalah anak-anak.

Kamis, 07 Januari 2010

Pasrah Karena Cinta

Oleh Fikri Yathir


Malam itu di sebuah bilik pengap penjara Auschwitz gempar. Tiga orang napi melarikan diri. Penguasa penjara meledakkan kemarahannya dengan mengambil 10 orang napi teman para napi yang melarikan diri itu.

Franciszek Grajowniczek, salah seorang yang diambil untuk dihukum mati, menjerit, “Aduh, isteriku dan anak-anakku yang malang. Aku takkan melihat mereka lagi.” Mendengar itu, Maximillian Kolbe, seorang napi lain, segera bangkit dan menyatakan akan menggantikan temannya itu untuk dihukum. Ia beserta sembilan orang lainnya disekap di penjara bawah tanah.


Menurut instruksi, mereka harus disekap sampai mati. Dua minggu kemudian, mereka dikeluarkan sebagai mayat, kecuali Kolbe. Ia masih hidup. Akhirnya, ia dibunuh dengan suntikan asam karbolik di tangannya.

Apa yang menyebabkan Kolbe memiliki daya tahan yang luar biasa? Apa yang mendorongnya untuk menggantikan kawannya?
“Rahasia kekuatan ekstra untuk bertahan ini, saya kira, tak ada hubungannya dengan teologi tertentu atau makna tertentu yang diberikannya pada kehidupan. Menurut saya, kemungkinan besar yang menimbulkan keberanian ini adalah keterikatan orang beriman kepada Tuhan. Sebutlah kecintaanya kepada Tuhan. Atau, paling tidak, kecintaannya kepada keyakinannya,” tulis Celia Haddon dalam The Miraculous Power of Love.
 

Jumat, 18 Desember 2009

Berantem Itu Baik (Seri Hypno Parenting)


Written By: Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari
Direktur Auladi Parenting School/Pendiri Program Sekolah Pengasuhan Anak (PSPA)

Ayah, Bunda, suatu saat beberapa orangtua menghampiri saya dan seorang diantaranya mengatakan “Abah, saya masih belum bisa menghentikkan anak berantem. Aduhh hampir tiap hari itu kakak-adik berantem melulu! Bagaimana mengatasinya, saya pusing melihatnya tiap hari seperti itu.” Lalu seorang ibu lain menimpali disebelahnya “Sama anak saya juga seperti itu. Kenapa sih anak-anak ini rajin banget berantem!”

Lalu saya katakan kepada mereka ada beberapa hal yang dapat mereka lakukan agar mereka tidak pusing. “Pertama, ucapkan kalimat ‘alhamdulillah!’ saat mereka berantem dan jangan ‘astaghfirullah’. Kedua, bersahabatlah dengan berantem, jangan musuhi berantem karena berantem itu baik.”

“Nah lho?!”, bengong tuh parents....

Lalu saya balik bertanya pada mereka, “adakah anak yang memiliki saudara di rumah yang bebas dari berantem alias tidak pernah berantem?” Sebagian besar menggeleng, tapi seorang ibu mengangkat tangan “Anak-anak saya tak pernah berantem tuh! Tak pernah pukul-pukullan!”

“Mereka pernah marahan kan? Mereka pernah berbeda pendapat kan? Mereka pernah rebutan mainan kan?” tanya saya.

“Oh iya ya”.

“Berantem itu memang ‘wajib’ pukul-pukullan, tidak kan bu?”

“Wah kalau begitu memang semua anak berarti pernah berantem ya Bah....”


Jumat, 13 November 2009

Berbagi Pengalaman Terkait Hypnobirthing

Oleh Prima Avianti S.Psi



Gara-garanya pas baca-baca milis asiforbaby ternyata lagi rame bahas hypnobirthing. waktu itu sekitar agustus 2008. anak pertamaku, hizballah, masi umur kurleb 13 bulanan dan aku belom hamil anak kedua. adalah mb di salah satu member milis yg share atas pengalamannya sukses hypnobirthing. tanpa pikir panjang langsung deh japri ke beliau, mo nanya-nanya apa dan gimana sih terapi plus penerapan hypnobirthing itu. saat itulah aku molai tertarik hypnobirthing,,

januari 2009 aku 'telat' dapet. waktu testpack beneran positif. ini pertama kalinya positif setelah 3 kali sebelumnya "telat" tapi hasilnya selalu negatif. biar lebi yakin akirnya ke dsog. ternyata eh ternyata uda hamil 8 minggu. alhamdulillah, kayanya tertarik hypnobirthing jd firasat baik buatku deh,,^^ btw imelku ke mb di yang dulu baru dibales 4 bulan kemudian dan pada saat itu aku uda hamil 3 bulan. hehe, makasiy banyak mb,,^^

artikel dari mb di aku baca sepintas aja dan aku baru tau kalo ternyata hypnobirthinghypnobirthing adalah afirmasi diri ato self-talk: "melahirkan itu indah, melahirkan itu menyenangkan, melahirkan itu kerjasama antara ibu dan calon bebi, bla bla bla". saat itu sih aku masih belom bisa memaknai self-talk yahh, coz di anak pertamaku dulu aku ngerasain sakitnya melahirkan yang luar biasa. penuh rasa takut, panik, dan terburu-buru. nafas ngos-ngosan, dehidrasi, kaki kram, keluar keringat dingin berlebihan, ga bisa ngejan, tereak-tereak sampe nendang-nendang 3 perawat yg megangin kakiku. sama sekali ga bisa rileks. dan udah pasti aku masi amat sangat inget rasanya!! fyuh, gimana bisa self-talk coba??


Jumat, 06 November 2009

Cerita Cinta

Cerita ini ditulis oleh Tasaro GK, penulis novel best seller "Galaksi Kinanthi", ketua FLP JaBar 



Di mana lagi aku temui perempuan semacammu?
Tilawahmu tidaklah terlalu merdu, keimananmu pun seolah bersandar kepadaku.

Tapi, di mana lagi aku temui perempuan seikhlasmu?
Wajahmu tak cantik melulu, masakanmu pun tidak lezat selalu.

Tapi, katakan kepadaku, di mana lagi aku jumpai perempuan seperkasamu?
Kau bahkan tidak biasa berbicara mewakili dirimu sendiri, dan acapkali menyampaikan isi hatimu dalam bahasa yang tak berkata-kata.

Demi Tuhan, tapi aku benar-benar tidak tahu, ke mana lagi aku cari perempuan seinspiratif dirimu?
Ingatkah lima tahun lalu aku hanya memberimu selingkar cincin 3 gram yang engkau pilih sendirian? Tidak ada yang spektakuler pada awal penyatuan kita dulu. Hanya itu. Karena aku memang tidak punya apa-apa.

Ah, bagaimana bisa aku menemukan perempuan lain sepertimu?

Aku tidak akan melupakan amplop-amplop lusuhmu, menyimpan lembaran ribuan yang kausiapkan untuk belanja satu bulan. Dua ribu per hari. Sudah kauhitung dengan cermat. Berapa rupiah untuk minyak tanah, tempe, cabe, dan sawi.
Ingatkah, Sayang? Dulu kita begitu akrab dengan racikan menu itu. Setiap hari. Sekarang aku mulai merasa, itulah masa paling indah sepanjang pernikahan kita.

Lepas maghrib aku pulang, berkeringat sebadan, dan kau menyambutku dengan tenang. Segelas air putih, makan malam: tempe, sambal, dan lalap sawi.
Kita bahagia. Sangat bahagia…..

Aku bercerita, seharian ada apa di tempat kerja. Kau memijiti punggungku dengan jemarimu yang lemah tapi digdaya. Kau lalu bercerita tentang tingkah anak-anak tetangga… Kala itu kita begitu menginginkan
hadirnya buah cinta yang namanya pun telah kusiapkan sejak bertahun-tahun sebelumnya. Kita tidak pernah berhenti berharap, kan, Honey?



Selasa, 03 November 2009

Kisah Yu Timah... Berqurban dalam Kesempitan

dikutip dari notes facebook Ust Taat Budi Utomo

Ini kisah tentang Yu Timah.......Siapakah dia ?........Yu Timah adalah tetangga kami........Dia salah seorang penerima program Subsidi Langsung Tunai (SLT) yang kini sudah berakhir........Empat kali menerima SLT selama satu tahun jumlah uang yang diterima Yu Timah dari pemerintah sebesar Rp 1,2 juta.........Yu Timah adalah penerima SLT yang sebenarnya.........Maka rumahnya berlantai tanah, berdinding anyaman bambu, tak punya sumur sendiri. Bahkan status tanah yang di tempati gubuk Yu Timah adalah bukan milik sendiri.......

Usia Yu Timah sekitar lima puluhan, berbadan kurus dan tidak menikah........Barangkali karena kondisi tubuhnya yang kurus, sangat miskin, ditambah yatim sejak kecil........maka Yu Timah tidak menarik lelaki manapun.........Jadilah Yu Timah perawan tua hingga kini dia sebatang kara.......Dulu setelah remaja Yu Timah bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta........Namun, seiring usianya yang terus meningkat, tenaga Yu Timah tidak laku di pasaran pembantu rumah tangga.........Dia kembali ke kampung kami..........Para tetangga bergotong royong membuatkan gubuk buat Yu Timah bersama emaknya yang sudah sangat renta........Gubuk itu didirikan di atas tanah tetangga yang bersedia menampung anak dan emak yang sangat miskin itu......