Senin, 20 Oktober 2008

Jadi FTM, Berani ??!!

oleh: Kushidayati Septarini
seorang FTM (Full-time Mom) yang dulunya sempet jadi seorang WM (Working Mom)
*diambil dari milis HEBADD!!*



Bagi saya, kedekatan kualitas dan kuantitas dalam mendidik anak adalah ASI bagi kehidupan anak, sementara meninggalkan anak (untuk bekerja karena alasan syar'i atau darurat) adalah SUFOR. Bila tidak dalam keadaan 'gawat darurat', sebaiknya tidak usah dilakukan.

Saya disini tidak bermaksud menyinggung para ibu yang bekerja, ataupun membuat kontroversi yang tidak perlu. Saya sangat menghormati keputusan para ibu berkarir tersebut. Saya juga tidak men-judge bahwa anak-anak yang ibunya di rumah akan lebih sukses dibanding anak-anak yang ibunya bekerja, tidak sama sekali.
Masa depan itu hanya Tuhan yang tahu, kita hanya berusaha sesuai dengan yang kita anggap terbaik.


Hidup itu pilihan, dan bagi para wanita yang mengorbankan karir demi keluarga, jangan pernah menyesali pilihan tersebut. Berbanggalah, dan tunggulah (hasilnya) nanti saat anak-anak kita jadi anak-anak yang berhasil dalam hidupnya, bukan hanya kesuksesan dalam bentuk materi, yang penting adalah menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain, bagi agama, orang tua, dan negaranya.

Setelah memutuskan untuk berhenti bekerja, saya sendiri juga butuh waktu setahun lamanya untuk merasa yakin inilah yang terbaik untuk saya dan keluarga. Berikut alasan-alasan yang mungkin juga bisa membuat mbak merasa bangga menjadi ibu rumah tangga :

Baca selengkapnya

Jumat, 17 Oktober 2008

Adab Bergaul (Seri Aqidah Ummah)

(Sumber : alsofwah.or.id)
  1. Hormati perasaan orang lain, tidak mencoba menghina atau menilai mereka cacat.

  2. Jaga dan perhatikanlah kondisi orang, kenalilah karakter dan akhlaq mereka, lalu pergaulilah mereka, masing-masing menurut apa yang sepantasnya.

  3. Mendudukkan orang lain pada kedudukannya dan masing-masing dari mereka diberi hak dan dihargai.

  4. Perhatikanlah mereka, kenalilah keadaan dan kondisi mereka, dan tanyakanlah keadaan mereka.

Baca Selengkapnya

Adab Makan dan Minum (Seri Aqidah Ummah)

(Sumber : alsofwah.or.id)
  1. Berupaya untuk mencari makanan yang halal. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rizki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu”. (Al-Baqarah: 172). Yang baik disini artinya adalah yang halal.

  2. Hendaklah makan dan minum yang kamu lakukan diniatkan agar bisa dapat beribadah kepada Allah, agar kamu mendapat pahala dari makan dan minummu itu.

  3. Hendaknya mencuci tangan sebelum makan jika tangan kamu kotor, dan begitu juga setelah makan untuk menghilangkan bekas makanan yang ada di tanganmu.

Baca Selengkapnya