Rabu, 24 Juni 2009

Aku Harus Berjilbab

Sumber : Al-Mawaddah
oleh Abu Abdillah, ma'had Al-Furqon Srowo Sidayu Gresik

Sudah merupakan sunnatulloh, setiap pribadi yang mengaku sebagai orang beriman, pasti akan mengalami berbagai macam cobaan untuk menguji keimanannya.

Demikian juga aku. Aku terlahir dari sebuah keluarga yang masih awam dari pengetahuan agama. Hari-hari kulalui hanya untuk mempelajari pengetahuan umum saja, tanpa ada motivasi untuk belajar agama. Hal itu juga karena didukung kondisi keluarga yang serba kekurangan, di mana ayah hanya seorang guru yang harus membiayai kami, tujuh bersaudara yang umur kami masing-masing hanya terpaut 1 atau 2 tahun. Inilah yang akhirnya mendorong ayahku membuat sebuah doktrin yang berlaku bagi kami, anak-anaknya. Yaitu kami harus melalui masa pendidikan di sekolah negeri, tidak boleh di sekolah swasta. Sebab ayahku tidak akan mampu membiayai kami bila kami masuk ke sekolah swasta. Sehingga perhatianku terfokus hanya untuk mengejar nilai pelajaran umum, jauh dari nilai-nilai agama. Dan alhamdulillah, berkat kedisiplinan ayahku dalam mendidik putra-putrinya, kami semua bisa memenuhi harapan beliau.

Baca Selengkapnya

Aktor di Balik Kerusuhan Iran

sumber : swaramuslim

Majalah Schweizmagazin bahasa Jerman dalam makalahnya yang berjudul “Iran: Amerika Kontrol Kerusuhan" yang disana juga terpampang foto Barack Obama sedang menyulut api peta Iran, adalah salah satu bukti keterlibatan langsung Gedung Putih dengan kerusuhan akhir di Teheran.

Dalam makalah tersebut juga menyebutkan sejumlah uang yang dikeluarkan oleh Gedung Putih untuk membiayai kerusuhan di Teheran. Dikatakan jumlah uang yang digelontorkan sejak jaman pemerintahan Bush hingga kini mencapai 85 juta US dolar dan bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan Ahmadinejad. Selain sejumlah uang, Amerika juga mendirikan sejumlah setasiun radio berbahasa Persia diantaranya adalah Radio Farda.

Oleh karena itu tidak mengherankan jika kemenangan Ahmadinejad dalam pemilu kali ini disambut dengan cemohan dan hasutan dari Washinton DC.

Baca Selengkapnya

Rabu, 06 Mei 2009

Bahaya Ghibah

Banyak hal yang harus kita waspadai dalam kehidupan sehari-hari, baik itu kaitannya dengan hablumminallah maupun hablumminannas. Ada banyak hal yang mengalir secara sadar maupun tidak yang merupakan perbuatan dosa. Dalam hubungannya dengan amalan ibadah (hablumminallah) kita akan dekat sekali dengan riya' dan bid'ah, sedangkan hubungannya dengan amalan muammalah kita dekat sekali dengan sombong, dengki, dan juga ghibah. Akhir-akhir ini ghibah menjadi sesuatu yang dilegalkan, seperti kita lihat acara-acara gosip di televisi maupun media lainnya, padahal jika kita mengetahui dosa ghibah merupakan dosa berantai yang cukup berat.

Oleh Al-Ustadz Abu Qotadah
dikutip dari Majalah Al-Mawaddah

Al-Qur’an telah menyebutkan larangan ghibah dan menyerupakan pelakunya dengan pemakan bangkai saudaranya. Alloh berfirman:

"… dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Alloh. Sesungguhnya Alloh Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS. al-Hujurot [49]: 12)

Baca Selengkapnya

Rabu, 29 April 2009

Senantiasa Harmonis dengan Musyawarah

diambil dari majalah Al-Mawaddah

Banyak masalah yang sebenarnya bukan masalah. Namun bagaimana memecahkan masalah itulah hakikat masalahnya. Karena untuk mempertahankan hidup mesti akan selalu berhadapan dengan masalah. Hanya saja, tingkat keruwetan dan berat ringannya permasalahn setiap diri itu berbeda-beda. Dan yang paling baik di antara individu yang hidup dan bermasalah ialah yang paling baik dalam menyelesaikan permasalahan hidupnya.

Baca selengkapnya...

Selasa, 14 April 2009

Luruskan Niat, Petakan Hidup, Bulatkan Tekad, dan Beraktivitaslah

Arif Bama

Sebagai manusia yang "hidup" dan "diberi hidup" oleh Yang Maha Hidup, sudah tentu kita harus "cukup cerdas" untuk menjalani "sebuah kehidupan".

Sebagaimana telah disebutkan dalam kisah penciptaan Nabi Adam as, bahwa malaikatpun mengakui kelebihan manusia, dan kelebihan manusia itu adalah memiliki kemampuan berfikir yang ter"KONSEP". Dengan demikian manusia bisa berkembang dengan modal daya berfikirnya tersebut. Demikian Allah menciptakan kelebihan relatif pada manusia atas makhluk lain. Dan ternyata "Konsep" itu pulalah yang seharusnya kita jadikan "dasar berfikir" untuk menjalankan tugas kita sebagai khalifah di muka bumi, dan juga sebagai hamba Allah yang taat.

Tentang "konsep".
Konsep merupakan suatu "bentuk", "map", "peraturan", "tujuan", "visi", "misi", "keinginan", "cita-cita" dan banyak hal lain yang kita "SATUKAN" untuk menjadi sesuatu yang "BERTUJUAN, TERSTRUKTUR, RAPI, DAN BERDASARKAN PADA..." Dengan demikian jelas manusia diciptakan untuk "Bertujuan, berstruktur, teratur, dan memiliki pedoman yang haq".

Penting sekali untuk mengkonsep kehidupan dan aktivitas hidup untuk pribadi kita, sehingga hidup kita lebih tepat sasaran. Konsep merupakan sebuah frame untuk suatu bentuk jalan hidup. Bentuk konsep secara umum adalah sebagai berikut:

Baca Selengkapnya

Kamis, 26 Maret 2009

Surat Terbuka dari Istri yang Dicinta

,,,Gayung Pun Bersambut,,,

Ditulis oleh: Abu Ammar Al-ghoyami
{Al Mawaddah edisi 7 tahun ke 2}


Kuuntai kalimatku dengan goresan pena ini, untukmu, Suamiku yang kucinta, semoga engkau lebih berbahagia.

Membaca suratmu, wahai Suamiku, menjadikan aku ingat masa lalu. Aku merasakan makna kalimat-kalimatmu sebagaimana akurasakan tatkala engkau sampaikan kalimat-kalimat itu saat kita baru memulai hidup bersama dahulu. Kini, setelah semua berlalu, dan setelah aku hampir terlupa akan kalimat-kalimat itu, engkau goreskan kalimat itu untuk kedua kalinya. Kusampaikan jazakallohu khoiron, Suamiku, atas kebaikanmu, dan atas perhatianmu kepadaku, Istrimu.

Baca selengkapnya...

Surat Terbuka untuk Istriku

Oleh : Al-Ustadz Abu Ammar al-Ghoyami

{ al-Mawaddah Edisi 05 Tahun 2 }

Buat istriku yang kucinta, semoga engkau berbahagia.
Aku tidak tahu dari mana harus memulai menuliskan beberapa rumpun kalimat buatmu, wahai istriku. Aku juga tidak tahu apakah kepolosanku dan ketulusanku ini akan mendapat sambutanmu. Tapi aku tiada pedulikan itu. Yang pasti, aku hanya ingin engkau tahu bahwa aku adalah suamimu.

Kamis, 19 Maret 2009

Menjadi Santri di Usia Tua

Diambil dari Majalah Al-Mawaddah terbitan Lajnah Dakwah Ma’had Al-Furqon Al-Islami
Tulisan ini dikirim oleh Abu dan Ummu Hisyam al-Kadiri

“Dan adapun terhadap nikmat-nikmat dari Robb-mu maka ceritakanlah” (QS. Adh-Dhuha (93) : 11)

Sebagai seorang hamba yang amat fakir dan sangat membutuhkan pertolongan-Nya kami takut tertimpa riya’, ujub atau bangga diri. Akan tetapi, sebagai hamba yang senantiasa diberi curahan nikmat oleh Alloh SWT, limpahan rezeki-Nya, petunjuk dan hidayah-Nya, pertolongan dan belas kasih-Nya; maka kami akan ceritakan salah satu nikmat tersebut.

Impian yang indah adalah sebuah kenikmatan, lebih-lebih jika impian itu menjadi kenyataan. Sekitar empat tahun silam kami bercita-cita untuk tholabul ilmi (menuntut ilmu agama) dengan lebih intensif, yaitu dengan “mondok” di sebuah pesantren. Sebenarnya jauh sebelumnya keinginan itu sudah ada, sebab kami menyadari betapa bodohnya diri ini terhadap dienulloh (agama Alloh) yang agung ini.

Kami (ana dan juga istri) dilahirkan bukan dari lingkungan yang agamis apalagi salafi. Masa muda kami habis untuk mempelajari pelajaran yang sekarang kurang kami rasakan manfaatnya, mulai dari SD hingga Perguruan Tinggi. Namun Alhamdulillah, segala puji bagi Alloh, Robb semesta alam, Alloh SWT berkehendak untuk memberi hidayah kepada kami. Kami mengenal salafi ketika kami sudah memiliki dua anak. Kami ikuti kajian salaf dari masjid ke masjid dan membaca buku-buku bernuansa islami. Betapa kami telah menemukan keagungan dan keindahan Islam yang sempurna ini, dan kami merasa semakin bodoh dan fakir dalam ilmu dien ini. Terbayang dalam pikiran seandainya masa muda bisa kembali, kan ku pelajari semua ilmu dien ini.

Baca Selengkapnya

Selasa, 10 Maret 2009



jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

forward this message

yang Bersih dan Jujur

Kamis, 19 Februari 2009

Tentang Perayaan Ulang Tahun

Oleh: Arif Bama

Tepat tanggal ini 28 tahun lalu saya dilahirkan oleh seorang ibu yang sudah mempunyai 9 anak. Bisa dibilang hari ini adalah hari ulang tahun saya yang ke 28. Sedangkan istri saya "baru" beberapa hari yang lalu berulang tahun yang ke 26.

Saya dan istri saya menikah pada tahun 2006, bulan Juli. Berarti kami sudah menjalani 3 kali ulang tahun kelahiran, saya untuk ke 26, 27, dan sekarang 28, sedangkan istri saya untuk ke 24, 25, dan sekarang 26. Untuk ulang tahun pernikahan kita sudah melewati 2 kali yaitu 2007 dan 2008. Demikian juga anak kami Hasannashr Hizballah Amma, lahir pada bulan Juli 2007, berarti sekarang sudah melewati sekali ulang tahun yaitu di tahun 2008.

Jika dihitung dengan kalkulator 3 + 3 + 2 + 1 akan muncul angka 9 yang berarti sudah ada 9 kali perayaan ulang tahun di keluarga saya. Tapi "alhamdulillah" tidak terjadi sama sekali, mungkin hanya sekali di ulang tahun Hizballah tapi itupun bukan kami yang merayakan akan tetapi atas permintaan Eyang Kung dan Eyang Putrinya.

"Tidak ada biaya" mungkin itu salah satu alasan, akan tetapi alasan kami yang paling mendasar adalah sebagai berikut:

Baca Selengkapnya