Minggu, 18 Juli 2010

Dapatkah Kita Menjadi Lebih Sabar?

Artikel ini cukup relevan dengan kondisi saat ini. Tadi pagi waktu saya sarapan di warung sebelah kantor, saya dengar keluhan Si Pemilik Warung tentang kenaikan harga bahan-bahan pokok, akan tetapi sangat tidak mudah untuk menaikkan harga sepiring hidangan sarapannya oleh karena Si Pembeli pun mengeluhkan hal serupa. Sepertinya sistem ekonomi kapitalis menunjukkan kelemahannya sendiri, dan sayangnya pemerintah kita malah mengandalkan sistem ekonomi ini untuk mengurangi "beban-beban" pikiran dan pekerjaannya. Notabene sistem ekonomi ini lebih banyak diserahkan mekanisme pasar.

Selamat menyimak artikel ini... semoga bermanfaat, dan semoga ini jadi pelecut kita untuk lebih peduli pada lingkungan sekitar kita khususnya dan bangsa ini pada umumnya...

dikutip dari Eramuslim.com
 
Ternyata dampak kenaikan tarif dasar listrik (TDL) mempunyai efek yang sangat luas bagi masyarakat. Bukan hanya adanya kenaikan harga-harga kebutuhan bahan pokok, tetapi juga merosot tingkat daya beli masyarakat, serta inflasi yang menggerogoti kemampuan masyarakat secara luas. Rakyat tidak banyak mempunyai pilihan atas keputusan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) ini.

Jumat, 04 Juni 2010

Surat Terakhir Santi Sebelum Diserbu Israel

Santi Soekanto adalah salah satu dari 12 WNI di kapal Mavi Marmara yang diserbu Israel. Sebelum penyerbuan itu, Santi sempat mengirimkan surat elektronik yang sangat menyentuh.

Surat jurnalis Majalah Hidayatullah ini bertajuk “Gaza Tidak Membutuhkanmu!” yang dikirim pada Minggu 30 Mei 2010, atau sehari sebelum serangan Israel. Surat ini dibuat di atas kapal Mavi Marmara saat masih berada di Laut Tengah, 180 mil dari Pantai Gaza.

Saat itu, Santi dan anggota tim Freedom Flotilla lain tengah menunggu kedatangan tim lain untuk nanti sama-sama berangkat ke Gaza. Namun kabar akan serangan Israel sudah beredar.
“Kami masih menanti, masih tidak pasti, sementara berita berbagai ancaman Israel berseliweran,” kata Santi dalam pembukaan suratnya.
 

Santi berbagi pengalamannya bertemu dengan ratusan orang dengan berbagai latar belakang. Masing-masing dengan gayanya sendiri. Ada anak buah politisi Inggris yang petantang-petenteng, sampai aktivis perempuan muslimah yang pendiam, namun cekatan untuk memastikan semua rombongan bisa makan tepat waktu. Berikut adalah surat lengkap Santi untuk temannya Tommy Satryatomo yang kemudian dipasang di blognya:

GAZA TIDAK MEMBUTUHKANMU!

Di atas M/S Mavi Marmara, di Laut Tengah, 180 mil dari Pantai Gaza.
Sudah lebih dari 24 jam berlalu sejak kapal ini berhenti bergerak karena sejumlah alasan, terutama menanti datangnya sebuah lagi kapal dari Irlandia dan datangnya sejumlah anggota parlemen beberapa negara Eropa yang akan ikut dalam kafilah Freedom Flotilla menuju Gaza. Kami masih menanti, masih tidak pasti, sementara berita berbagai ancaman Israel berseliweran.

Ada banyak cara untuk melewatkan waktu –banyak di antara kami yang membaca Al-Quran, berzikir atau membaca. Ada yang sibuk mengadakan halaqah. Beyza Akturk dari Turki mengadakan kelas kursus bahasa Arab untuk peserta Muslimah Turki. Senan Mohammed dari Kuwait mengundang seorang ahli hadist, Dr Usama Al-Kandari, untuk memberikan kelas Hadits Arbain an-Nawawiyah secara singkat dan berjanji bahwa para peserta akan mendapat sertifikat.

Rabu, 02 Juni 2010

Dua Pucuk Surat Dari Gaza


dari notes facebook seorang teman
Assalamu'alaikum saudara...! teman dan sahabat, bukan karena ikutan latah dengan adanya berita hangat yang membuat berang semua orang dengan adanya serangan Israel ke kapal bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina. Ini hanya sebuah literatur yang pernah kubaca di lietarur, yang semoga bisa kita maknai kembali dan membuat kita semua tergugah dalam memperjuangkan aqidah dan iman kita, amien... wassalamu'alaikum wr.wb..
Assalamu'alaikum Wr.wb.,

Saya tidak tahu, mengapa saya harus menulis dan mengirim surat ini untuk kalian di Indoneseia...???? namun, jika kalian tetap bertanya kepadaku, kenapa....? mungkin satu-satunya negara yang berpenduduk muslim terbanyak di punggung bumi ini.... bukan demikian saudaraku??? disana saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika aktivitas da'wah dari Jamaah Haji asal Indonesia, dia mengatakan kepadaku, "setiap tahun musim haji, ada sekitar 205 ribu jamaah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini....

Wah sungguh jumlah angka yang sangat fantastis dan membuat saya berdecak kagum, lalu saya mengatakan keadanya, " saudaraku, jika jumlah jamaah haji asal Gazza sejak tahun 1987 sampai sekarang di gabung, itu belum bisa menyamai jumlah jamaah haji dari negeri kalian dalam satu musim haji saja, Padahal jarak kami tempat kami ke Baitullah lebih dekat di banding kalian ya... wah... wah... pasti uang kalian sangat banyak yah, apalagi menurut sahabatku itu ada 5% dari rombongan tersebut yang menunaikan ibadah haji untuk yang kedua kalinya... Subhanallah.

Senin, 24 Mei 2010

Bersahabat Dengan Saat Anak Mogok Makan

Berbagi pengalaman bersama Prima Avianti

Ibu, pernahkah putra putri kecil Anda melakukan aksi gerakan tutup mulut saat waktu makan telah tiba? pernahkah putra putri kecil Anda 'say no to eat' atas semua jenis makanan yang ada atau yang sedang Anda tawarkan? pernahkah putra putri kecil Anda melemparkan sejuta alasan untuk menolak mentah-mentah makanan yang sudah Anda siapkan sesempurna mungkin? atau pernahkah putra putri kecil Anda sembunyi di lemari pakaian saat Anda memanggilnya untuk persiapan makan?

Ibu, bagaimana perasaan Anda? marah, sedih, panik, lelah? atau bahkan tersenyum? bersikap tenang, bersabar, bersyukur, atau biasa saja?

Sebagai manusia biasa, wajar apabila saya dan Anda, "kita semua", ada perasaan lelah, marah, dongkol, panik, sekaligus sedih. Tapi sebagai orang tua yg cerdas, kita  harus mampu berpikir cerdas pula!

Ibu, jika putra putri kecil kita sedang demo mogok makan maka duduklah sebentar, tarik nafas panjang, rilekslah sejenak, lalu berpikirlah! dengan hati yang tenang  kita  akan mampu berpikir lebih jernih dan rasional :)

Ibu, tanyalah pada diri kita sendiri, sudah benarkah langkah kita dalam pemberian MPASI untuk putra putri kecil kita sejak awal mereka memulai hingga detik ini? sudah efektifkah cara kita? sudah bebaskah menu putra putri kecil kita dari makanan dan minuman yang bersifat instan? sudah homemade maker kah kita? sudah variatifkah menu kita? sudah maksimalkah usaha yang kita lakukan? sudah pahamkah kita dengan perasaan dan keadaan?

Selasa, 18 Mei 2010

Mengapa Anak Sekarang Lebih Sering Membantah Orang Tua??


Written By:
Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari
Direktur Auladi Parenting School/Pendiri Program Sekolah Pengasuhan Anak (PSPA) di 15 propinsi 32 kota di Indonesia

Jika orangtua memperhatikan perbedaan dirinya dengan anak dan mengakuinya sebagai bagian dari anak, sepanjang tidak negatif, akan lebih mudah bagi orangtua untuk memperlakukan anak dan tidak membandingkan dengan dirinya di masa lalu.
 
Judul di atas sungguh menggelitik saya. Pertanyaan ini diajukan oleh seorang ayah pada saya di forum “yuk-jadi orangtua shalih”. Benarkah anak sekarang lebih sering membantah orangtua daripada anak jaman dulu?

Sebenarnya, sikap membantah anak pada orangtua adalah hal yang tak dapat dihindari, baik jaman dulu maupun sekarang. Apakah anak sekarang lebih sering membantah daripada anak jaman dulu? Ini perlu pembuktian lebih lanjut. Mungkin perlu wawancara yang melibatkan banyak orangtua melalui sebuah penelitian yang terukur. Tetapi, bahwa anak jaman dulu dan sekarang juga pernah membantah orangtua, adalah hal yang tak dapat dihindarkan.

Mengapa saya katakan tak dapat dihindarkan? Pertama, karena orangtua dan anak memiliki ‘pikiran’ masing-masing. Pikiran ‘tua’ dan ‘muda’ dapat menyebabkan perbedaan-perbedaan keinginan, harapan hingga cara mewujudkan harapan dan keinginan tersebut. Kedua, meski kadang ada irisan, kemiripan karakter, tak dapat dipungkiri setiap manusia memiliki karakter uniknya masing-masing. Anak kembar pun yang memiliki kemiripan wajah, dapat memiliki perbedaan besar dalam karakternya. Apalagi orangtua dan anak. Dalam batas tertentu, sebenarnya adalah sebuah kewajaran jika terdapat perbedaan karakter orangtua dan anak. Sekali lagi, sepanjang karakter ini tidak negatif, wajar saja anak dan orangtua memiliki perbedaan karakter.

Perbedaan-perbedaan inilah yang kemudian dapat menjadi ‘peluang’ adanya pertentangan anak-orangtua. Saat anak merasa tak nyaman dengan ‘keinginan, harapan dan cara orangtua mewujudkan keinginan dan harapan tersebut—meski sebenarnya tujuan baik untuk anak’, inilah yang kadang membuat sebagian orangtua kemudian menganggapnya sebagai sikap pembangkangan anak pada orangtua.

Senin, 03 Mei 2010

Silence Speak... Sebuah Surat Cinta

Kali ini aku benar-benar terdiam
Tak seorangpun akan mengerti pemberat suaraku...
Bahkan kaupun tak akan selalu mengerti...
Ini semua akan kita pahami satu demi satu seiring berjalannya waktu

Dalam hatiku selalu saja ada masa lalu, sekarang dan masa depan
Seperti halnya dalam hatiku yang selalu saja ada ibu bapak dan saudara-saudaraku, istriku serta anak-anakku
Seperti halnya dalam hatiku yang selalu saja ada sahabat-sahabat masa kecilku, sahabat-sahabatku sekarang, serta sahabat-sahabat seperjuanganku di masa mendatang
Seperti halnya dalam rumahku yang selalu saja ada tumpukan buku yang aku susun rapi dan berurutan dari masa ke masa

Sekarang...
Aku terduduk di gubug tua ini bukan tak berarti
Coba kau lihat rumput di sekeliling kita yang selalu ingin tegak biarpun tiupan angin memaksanya merebah
Coba kau lihat air sungai didepan kita yang selalu berusaha mengendapkan lumpur yang membuatnya tampak tak jernih biarpun selalu saja terlarut lagi
Coba kau lihat di sebelah sana, burung semak yang terluka namun masih saja berusaha terbang tinggi untuk bertahan hidup biarpun itu membuat lukanya semakin parah
Aku belajar... iya, aku belajar...

Senin, 19 April 2010

Menjaga Kesehatan Lingkungan Rumah

Sumber : Indofamilyhealth

Dunia kerap mengirim kabar tentang serangan virus-virus baru yang berbahaya. Kini masyarakat sudah harus lakukan tindak pencegahan. Salah satunya dengan menjaga kesehatan lingkungan rumah. Saat bicara tentang masalah lingkungan, mungkin yang ada di kepala kebanyakan orang adalah masalah deforestasi (pembabatan hutan), polusi, menipisnya lapisan ozon, atau pengelolaan limbah yang salah.

Perspektif itu boleh jadi terlalu besar bagi kebanyakan orang, sehingga kurang memberi gambaran yang tepat untuk sebuah solusi yang aplikatif.

Padahal setiap orang bisa berkontribusi untuk mengubah kondisi ini dan membuat lingkungan rumah menjadi lebih sehat. Berikut ini hal-hal kecil yang bisa membuat lingkungan sekitar kita lebih baik dan lebih sehat.

1. Menjaga udara tetap bersih

Menjaga kesehatan udara di sekitar rumah kita adalah penting, sebab sebagian hidup kita dihabiskan di lingkungan rumah. Ia bisa diwujudkan dengan beberapa cara. Yakni
- Menggunakan filter udara. Agar filter udara bisa membersihkan udara secara efisien dan optimal, pastikan untuk dibersihkan setidaknya dua kali setahun
- Sediakan ruangan kotor. Sediakanlah area khusus di dalam rumah untuk melepas sepatu, atau kegiatan-kegiatan kotor lain. Hal ini untuk mencegah menyebarnya kotoran ke berbagai penjuru rumah.
- Hindari asap rokok. Jangan biarkan orang lain untuk merokok di dalam rumah Anda. Bila Anda hidup dengan seorang perokok, pastikan mereka merokok di luar rumah. Bahkan kalau perlu minta mereka untuk tidak masuk dulu usai merokok, selama lima menit. Sebab, saat seorang perokok memasuki rumah, mereka akan terus menghembuskan sisa-sisa rokok selama beberapa saat.

ASI Di Dunia Terancam Tercemar Pestisida

Sumber : Indofamilyhealth
Data terbaru WHO memotret, paling tidak 20 ribu orang per tahun meninggal akibat keracunan pestisida. Sekitar 5.000 hingga 10.000 orang per tahun terkena efek sampingnya, seperti menderita kanker, cacat tubuh, kemandulan, dan sakit lever.

Gaya Kartini berapi-api saat menyingkap potret tersebut. “65% ASI di dunia telah tercemar pestisida,” seru penemu pupuk organik “Kascing” yang belakang populer di kalangan petani di luar Bali itu, dalam forum diskusi terbatas yang digelar Bali Post di lantai III Gedung Bali Post, Jalan Kepundung Denpasar, belum lama ini. Biangnya dituding “sang ratu cacing” ini bersumber dari pengunaan pupuk pertanian anorganik.

Pertanian kita selama ini tak bisa jauh dari penggunaan pupuk buatan manusia tersebut. Celakanya, kandungan zat kimia yang terdapat dalam pupuk tersebut terbilang berada di luar ambang batas. 

“Efek zat kimia pupuk anorganik telah menimbulkan menyengat ibu menyusui,” keluh konsultan inkubator pestisida organik Pemerintah Provinsi Bali, ini.

Baca Selengkapnya

Minggu, 18 April 2010

MPASI (Makanan Pendukung ASI) Pertama Jundallah


Serial Sharing Keluarga
Oleh: Prima Avianti (Ummu Hizballah n Jundallah)

Akirnyaa nge-note juga soal mpasi setelah sebulan junda nge-mpasi,, wuuuiih deg-degan sangat lah yg kurasa saat ngasi mpasi pertama tuk junda,, sama deg-degannya waktu baru nge-firstmeal-in anak pertama,, coz waktu mpasi pertama hizba dulu asal banget ngasinya,, smua serba instan! huks minim info 'n pengetahuan siy,, syekarang hizbanya jd picky eater 'n gampang GTM duweh :( maafin ummi ya nak,.. eh tp teuteup: sufor P****S**E BUKAN solusi yaah! ^^b
Prepare ngasi mpasi pertama diawali dg cari info sejak junda masi ngASIX di usia 5 bulan,, browsing sana browsing sini,, tanya sana tanya sini,, baca ini baca itu dan hasilnya B.I.N.G.U.N.G! haha :)) syukur alhamdulillah nemu blognya bunda dita (trimakasih banyak bunda atas sharenya yg sangat bermanfaat) yg uda mengabadikan pengalamannya dalam hal per-mpasi-an bebinya,, ga tanggung2 loh jadwal mpasinya tuh kueren renn: ada jam, hari, menu, dan catatan alergi kalo ada,, standing appalause deh bunda,, SALUD!

setelah dipelajari dengan sungguh2 *hee engga lah biasa aja sih* dan blonja blanji tepung gasol yg ternyata tempetnya ga jauh dari rumah dan tibalah saatnya D-DAY: ketika junda tepat di 6 bulan,, sesuai dg referensi bunda dita jadwal mpasi diawali jm 12 siang dg menu bubur beras coklat gasol ples asip,, suapan pertama: ndelewer,, haha ea ealaah secara caer banged getoooh,, suapan kedua masih ndelewer2 juga akakak,, never give-up duwonk! lanjuuut,, jundanya juga asik2 aja tuh: gayanya hap-hap kaya lagi ngunyah,, padahal ga ada yg nyantol sedikitpun,, :)) yaah sekedar tau rasanya laah ^^ daaan ga abis deh buburnya,, gapapaa yg penting KENALAN doeloe: tak kenal maka tak sayang,, semangaad!

Senin, 05 April 2010

Pentingnya Peranan Wanita Sebagai FTM di Jepang...


Sumber : Kompas Sabtu 20 Nov 1993.
Oleh : Anni Iwasaki

PADA usia 21 tahun Chaeriyani (Anni) menikah seorang pria Jepang. Yasuhiro Iwasaki. Dua bulan kemudian, bulan Feb 1975, Anni ke Jepang diboyong suaminya. Pernikahan itu menghentikan semua cita-citanya semula menjadi produser file, sekaligus mengakhiri jalan yang pernah ditapakinya sebagai wanita bekerja-wanita karir.

Sampai saat ini , sudah hampir 20 tahun ia tinggal di Jepang, berperan sebagai ibu rumah tangga tok. Apa yang istimewa dari seorang wanita yang "cuma tinggal di rumah?"
Banyak hal yang sifatnya sehari-hari , kadang luput dari perhatian orang. Kepercayaan tentang pentingnya sesuatu yang seperti tidak istimewa, yakni sebagai "ibu rumah tangga", peranan domestik , itulah justru yang menjadikannya istimewa. Wanita ini merefleksikan signifikansi peranan ibu rumah tangga dalam tulisan-tulisan di media Jepang, maupun buku-buku yang diterbitkan di Indonesia. Jepang yang banyak dikagumi orang karena kedisiplinan dan kemajuannya ternyata menurut Anni disebabkan kukuhnya peranan domestik wanita-bukan wanita yang malang melintang di luar. 

***
SELAMA berada di Jepang ia melihat sebagian besar wanita adalah ibu rumah tangga total. Menurut pengalaman Anni, para ibu rumah tangga di Jpeng bisa merasa bangga menyandang profesi itu. Orang-orang Jepang tahu persis bahwa menjadi ibu rumah tangga bukan berarti hidup menganggur (jobless).