Arief Bama
Perang sementara ini telah berakhir, akan tetapi pasti akan berlangsung lagi karena memang demikianlah garis yang telah ditetapkan, sampai kemenangan akhir jaman diraih oleh para “jundallah”
Potret Gaza kini tak jauh beda dengan film-film fiksi pasca perang nuklir. Bangunan-bangunan kokoh tempat berteduh telah rata dengan tanah. Kepulan asap belum juga menyingkir dari atap langit Gaza. Laki-laki dan Perempuan berjalan tak tentu arah, berteriak memanggil nama-nama.
Di satu sisi kota terlihat anak-anak berjalan dengan tangis, mereka menangis meratapi kepergian orang tua mereka, mereka menangis karena perut mereka lapar, mereka menangis karena luka-luka yang mulai membengkak tanpa bisa terobati, mereka menangis karena tak ada yang meredakan ketakutan mereka.
Baca Selengkapnya
Tulisan seorang mahasiswa berprestasi tingkat nasional tahun 2007, Shofwan Al-Banna Choiruzzad
(judul nya pas buat orang2 ngga punya hati!!! )
Surabaya ,1945
Langit gelap. Bukan oleh awan yang hendak menurunkan hujan. Angkasa dipenuhi pesawat sekutu yang bergemuruh. Di dalamnya, para serdadu masih menyisakan keangkuhan. Mereka baru saja menghancurkan pasukan Jepang di Front Pasifik. Dari langit, mereka menebar ancaman: "menyerah, atau hancur".
Beberapa pekan sebelumnya, pengibaran bendera Belanda memicu amarah para perindu kemerdekaan. Seorang pejuang mencabik warna biru dari bendera Belanda di Tunjungan, menggemakan pesan bahwa negeri ini tak rela kembali dijajah. Tentara sekutu menjawab dengan salakan senapan, bersembunyi di balik alasan "memulihkan perdamaian dan ketertiban".
Jiwa-jiwa merdeka itu berontak. Brigadier Jenderal Mallaby, pimpinan tentara Inggris di Surabaya, terbunuh. Sekutu murka.
Rakyat gelisah. Surabaya telah lama dikenal sebagai salah satu pusat perlawanan. Laskar-laskar dari berbagai pesantren dan daerah banyak yang menjadikan kota ini sebagai markas. Di kota ini pulalah, Cokroaminoto dan Soekarno muda mendiskusikan cita-cita kemerdekaan.
Suara dari lelaki kurus itu menghapus semua keraguan.
"Saudara-saudara rakyat Surabaya .
Bersiaplah! Keadaan genting.
Tetapi saya peringatkan sekali lagi.
Jangan mulai menembak.
Baru kalau kita ditembak.
Maka kita akan ganti menyerang mereka itu.
Kita tunjukkan bahwa kita itu adalah orang yang benar-benar ingin merdeka.
Dan untuk kita saudara-saudara.
Baca Selengkapnya
(Composed by Michael Heart)
Copyright 2009
A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive
They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze
Baca Selengkapnya
Oleh: Abi Waskito
dikutip dari www.swaramuslim.com
Pengantar: Sebagai hadiah menyambut Tahun Baru Hijriyyah 1 Muharram 1430 H. Sebagai bentuk rasa solidaritas kepada saudara-saudara seiman di Gaza Palestina. Sebagai ungkap rasa cinta kepada sesama Muslim, dimanapun mereka berada.
Bismillahirrahmaanirrahiim.
Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Fariz Mehdawi, dalam wawancara dengan TVOne mengatakan, bahwa serangan Israel ke Jalur Gaza sejak 27 Desember lalu, adalah serangan ilegal yang telah terjadi selama puluhan tahun. Dalam ulasan berita di MetroTV disebutkan, serangan Israel kali ini merupakan kejadian paling buruk sejak 60 tahun terakhir (sejak Israel berdiri tahun 1948). Para mahasiswa Arab mempertanyakan posisi Liga Arab yang tidak bisa berbuat apa-apa. Dunia internasional, termasuk negara-negara Eropa mengutuk keras serangan Israel ke Gaza, tetapi pihak yang dikutuk terus melancarkan serangan.
Bahkan Israel telah menyiapkan tank-tank dan pasukan cadangan sekitar 6500 orang. Targetnya jelas, seperti kata Ehud Barak, yaitu menggulingkan Hamas.
Masalah konflik Palestina-Israel bukanlah konflik satu bangsa dengan bangsa lain. Ia adalah konflik peradaban yang usianya sangat tua. Disana terbentang benang merah panjang, sejak konflik antara Nabi Muhammad shallallah ‘alaihi wa sallam dengan kaum Yahudi di Madinah, konflik antara Yahudi dan Romawi, konflik antara Yahudi dengan negara-negara Eropa, konflik antara Musa dengan Fir’aun, bahkan konflik antara Yusuf ‘alaihissalam dengan saudara-saudaranya. Ujung-ujungnya adalah konflik abadi antara Allah Ta’ala dengan iblis laknatullah ‘alaih.
Baca Selengkapnya
dikutip dari www.swaramuslim.com
Ummat sudah terlalu lama dikecewakan oleh para pemimpin yang mengekor kepada kaum kuffar, termasuk dalam retorikanya. Maka penuhilah harapan kami. Anda termasuk para pemimpin langka di zaman penuh fitnah ini.
Surat Terbuka Untuk Pemimpin Hamas:
Ismail dan Khalid
Sabtu 27 Desember 2008, hanya dua hari menjelang tahun baru 1430 Hijriyah.
Pukul 11.30 menjelang azan Zuhur di Jalur Gaza, Palestina. Pukul 15.30 saat azan asar baru usai berkumandang di Depok, Indonesia. Mendadak angkatan udara pemerintah Zionis Yahudi Israel meluncurkan 30 rudal ke sasaran-sasaran di jalur Gaza yang menghancurkan sejumlah kantor kepolisian Hamas. Israeli Airstrike ini telah menyebabkan ratusan warga Palestina menjadi syuhada dan ratusan lainnya terluka. Sebagian korban dari kalangan petugas keamanan Gaza.
Namun sebagian adalah anak-anak, ibu-ibu dan kalangan sipil lainnya. Pemerintah Zionis Yahudi Israel jelas melakukan kezaliman yang nyata...! Mereka telah melanggar semua hukum yang berlaku, bahkan hukum mereka sendiri. Sebagaimana kita ketahui sesungguhnya hari Sabtu bagi kaum Yahudi adalah ”Hari Sabat”, hari di mana setiap Yahudi semestinya berdiam diri di rumah masing-masing.
Alih-alih mereka mentaati hukum mereka sendiri, bahkan mereka melakukan pembantaian pada hari Sabat. Mereka memang terkenal biasa melanggar semua hukum yang ada, namun mereka tetap takut bila harus melanggar hukum mereka sendiri. Demikian pula dengan kasus Madoff, sang Yahudi penipu sesama Yahudi. Ini merupakan suatu pelanggaran hukum mereka sendiri.
Baca Selengkapnya
Kamis, 8 Januari 2009
Assalamu'alaikum Wr Wb
Beberapa hari yang lalu kita umat islam merayakan tahun baru 1 Muharram 1430 Hijriyah. Tahun baru adalah tidak untuk dirayakan tetapi tahun baru adalah saat tepat untuk muhasabah terhadap rapor prestasi ibadah kita dalam rentang satu tahun yang terlewati, begitu yang saya terima dari guru saya sewaktu masih sekolah. Tak jarang juga saya dengar komentar para khotib agar kita menyadari bahwa jatah kita di dunia berkurang lagi satu tahun. Kedua-duanya masuk akal dan realistis jika kita sadar akan tujuan hidup kita.
Beberapa hari setelah itu saya lihat di jalan-jalan banyak orang jual terompet dengan berbagai macam bentuk. Saya teringat bahwa sebentar lagi tahun Masehi berganti dari 2008 menjadi 2009. "Pantesan dunia seperti meledak", dan jangan kuatir karena nantinya dunia pasti akan meledak. Saya sempat berfikir untuk beli satu buat mainan Hizballah di rumah, tapi... "jangan ah... itu bukan kebiasaan yang baik" pikir saya. Dan ternyata benar saja, sewaktu saya ngobrol dengan atasan saya di kantor, beliau bilang bahwa kebiasaan meniup terompet semacam itu adalah kebiasaan orang Yahudi.
Teringat Yahudi, teringat Israel. Semakin hari semakin bengis saja, kayaknya memang umat islam harus mendukung sepenuhnya konsep Ahmadinejad untuk menghapus Israel dari peta dunia. Karena jika tidak akan menjadi berbalik Israel yang akan menghapus Islam dari peta dunia.
Baca Selengkapnya
dari milis sebelah
Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Yani berlari-lari gembira di atas jalanan menyeberangi kawasan lampu merah Karet.
Baju merahnya yg Kebesaran melambai Lambai di tiup angin. Tangan kanannya memegang Es krim sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicipi, sementara tangan kirinya mencengkram Ikatan sabuk celana ayahnya.
Yani dan Ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar sejenak ke kanan & kemud ian duduk Di atas seonggok nisan "Hj Rajawali binti Muhammad 19-10-1915 : 20- 01-1965 "
"Nak, ini kubur nenekmu mari Kita berdo'a untuk nenekmu" Yani melihat wajah ayahnya, lalu menirukan tangan ayahnya yg mengangkat ke atas dan ikut memejamkan mata seperti ayahnya. Ia mendengarkan ayahnya berdo'a untuk Neneknya...
"Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya Yah." Ayahnya mengangguk sembari tersenyum, sembari memandang pusara Ibu-nya.
Baca Selengkapnya
Rabu, 10 Desember 2008
Sheraton Hotel, Ballroom 1 & 2
Jl. Embong Malang 25-31 Surabaya 60261
Pukul : 08.30 – 14.00 WIB
Details Agenda:
08.30 – 09.00 : Registration and Welcome Refreshment
09.00 – 10.00 : Welcome Speech, Ibu Anti Suryaman – Licence Compliance
Manager PT. Microsoft Indonesia
10.00 – 11.00 : Piagam HKI Program, SAM Consultant – PT. Microsoft
Indonesia
11.00 – 11.15 : Customer Testimony (Guest: IT Supervisor PT. Mega Depo
Indonesia dan Chief BSA Indonesia)
11.15 – 11.45 : Licencing Clinic, Ibu Yuliarini – Licencing Specialist
PT. Microsoft Indonesia
11.45 – 12.15 : Q & A (Question and Answer)
12.15 – 13.00 : Technical Demo (MSIA & Piagam HKI)
Ricky Tjahyadi – PT. Microsoft Indonesia
13.00 – 13.15 : Q & A (Question and Answer)
13.15 – 13.30 : Door Prize
13.30 – 14.00 : Closing + Lunch
WELCOME SPEECH (Ibu Anti Suryaman)
Microsoft merupakan sebuah perusahaan piranti lunak yang telah digunakan secara World Wide, sehingga pengaruhnya besar sekali dalam hal Teknologi Informasi. Sayangnya, di Indonesia banyak terjadi pelanggaran hak cipta dengan bebasnya penjualan CD-CD program aplikasi yang counterfeit (bajakan).
Beberapa tahun terakhir mulai diterapkan law enforcement. Pihak Microsoft bekerja sama dengan penegak hukum di negeri ini mulai melakukan penertiban dengan mengadakan inspeksi ke perusahaan-perusahaan, maupun individu pengguna computer untuk melakukan checking and sweeping jika memang terbukti menggunakan software bajakan.
Dalam suatu instansi ataupun perusahaan yang paling bertanggung jawab dalam hal pemakaian software adalah departemen IT (dalam rumah sakit adalah SIRS). Jika memang sewaktu dilakukan inspeksi terbukti melakukan pelanggaran maka ancaman hukuman yang dikenakan adalah denda minimal 500 juta rupiah dan/atau kurungan minimal 5 tahun.
Baca Selengkapnya
Sekedar untuk berbagi
Usaha ini dimulai pada bulan April tahun 2004, bertempat di Kecamatan Sidayu Kabupaten Gresik. Berawal dari perbincangan dengan Bapak saya tentang bagaimana cara mengelola uang sisa gaji bulanan dengan baik. Waktu itu saya baru 3 bulan resmi menjadi karyawan kontrak di Jawa Pos Group. Memang ada opsi untuk tetap menyimpan di rekening Bank, tetapi menurut saya lebih baik lagi kalo bisa bermanfaat lebih. Hasil perbincangan dengan bapak benar-benar memberi hasil sempurna, bagaimana tidak, kami satu arah dan saling setuju ketika saya berinisiatif untuk “jualan” dengan pertimbangan dari beliau “jualan sesuatu yang membawa kebaikan”, memang jalan pikiran beliau tidak pernah lepas dari kemaslahatan umat (sejak muda beliau aktif bergabung dengan salah satu ormas Islam, menjadi penggerak masyarakat, dan pernah juga menjabat pemimpin resmi ormas tersebut).
Dan yang kami pilih adalah “jualan Al-Qur’an”. Waktu itu gaji saya 1.200.000 rupiah, memang tidak besar tapi Alhamdulillah sebulan bisa saya sisihkan 600.000 rupiah tanpa harus memaksa untuk berhemat. Mungkin karena saya waktu itu belum menikah dan juga belum tertarik untuk belanja property. Sebenarnya, 2 bulan sebelumnya saya sudah bisa menyisihkan gaji dengan jumlah yang sama, akan tetapi saya masih belum ada inisiatif untuk berjualan jadi saya investasikan dalam bentuk hewan ternak.
Bapak saya punya langganan Al-Qur’an di daerah Ampel tepatnya Jl. Sasak, beliau sering beli untuk madrasah Al-Furqon dan juga Masjid Al-Furqon, jadi saya tidak harus susah payah mencari tempat kulakan (grosir).
Baca Selengkapnya
Agar orang tua lebih cerdas dalam memilih yang terbaik sewaktu anak sakit
Hari Senin, tepatnya Tanggal 1 Desember 2008, semua berjalan seperti biasa. Weekend ke Gresik kemaren menyisakan pegal-pegal di punggung. Seperti biasa, pagi itu saya ngajak si junior “Hizballah” untuk keliling komplek naik motor. Setelah itu langsung berangkat kerja.
J
am 2 siang saya pulang kantor dengan oleh-oleh “cerita lucu” untuk istri saya dan sedikit makanan dari kantor untuk anak saya. “Assalamu’alaikum…” spontan terdengar jawaban dengan suara yang cukup akrab, “Wa’alaikum salam… Hizba…!!! Ini abi udah datang, Nak!!!”. Dengan cepat anak saya memaksa lari mendekati saya, langsung saja saya sambut dengan pelukan, ciuman, dan langsung saya gendong. “Badannya kok agak panas??” saya tanya lirih, “iya seharian ini badanya agak anget, sampek 38,5 derajat, udah tak kasih Tempra juga, tapi belum reda” jawab istri saya. Spontan aja perut saya lapar, “wah… pasti sangat melelahkan nanti malam, ada mencretnya nggak? Muntahnya?”, “enggak” jawab istri saya.
Kebiasaan kami memang, tidak langsung membawa ke rumah sakit atau ke dokter jika anak sakit. Kami membiasakan untuk lebih kritis dengan melakukan observasi sendiri selama beberapa saat, begitu juga waktu itu. Saya langsung tarik motor saya ke apotik terdekat beli obat penurun panas untuk persediaan nanti malam.
Baca Selengkapnya