Jumat, 09 Januari 2009

Surat Terbuka Untuk Pemimpin Hamas

dikutip dari www.swaramuslim.com

Ummat sudah terlalu lama dikecewakan oleh para pemimpin yang mengekor kepada kaum kuffar, termasuk dalam retorikanya. Maka penuhilah harapan kami. Anda termasuk para pemimpin langka di zaman penuh fitnah ini.

Surat Terbuka Untuk Pemimpin Hamas:

Ismail dan Khalid

Sabtu 27 Desember 2008, hanya dua hari menjelang tahun baru 1430 Hijriyah.

Pukul 11.30 menjelang azan Zuhur di Jalur Gaza, Palestina. Pukul 15.30 saat azan asar baru usai berkumandang di Depok, Indonesia.
Mendadak angkatan udara pemerintah Zionis Yahudi Israel meluncurkan 30 rudal ke sasaran-sasaran di jalur Gaza yang menghancurkan sejumlah kantor kepolisian Hamas. Israeli Airstrike ini telah menyebabkan ratusan warga Palestina menjadi syuhada dan ratusan lainnya terluka. Sebagian korban dari kalangan petugas keamanan Gaza.

Namun sebagian adalah anak-anak, ibu-ibu dan kalangan sipil lainnya.
Pemerintah Zionis Yahudi Israel jelas melakukan kezaliman yang nyata...! Mereka telah melanggar semua hukum yang berlaku, bahkan hukum mereka sendiri. Sebagaimana kita ketahui sesungguhnya hari Sabtu bagi kaum Yahudi adalah ”Hari Sabat”, hari di mana setiap Yahudi semestinya berdiam diri di rumah masing-masing.

Alih-alih mereka mentaati hukum mereka sendiri, bahkan mereka melakukan pembantaian pada hari Sabat. Mereka memang terkenal biasa melanggar semua hukum yang ada, namun mereka tetap takut bila harus melanggar hukum mereka sendiri.
Demikian pula dengan kasus Madoff, sang Yahudi penipu sesama Yahudi. Ini merupakan suatu pelanggaran hukum mereka sendiri.


Baca Selengkapnya

Rabu, 07 Januari 2009

Selamat Tahun Baru, Milik Siapa?

Kamis, 8 Januari 2009
Assalamu'alaikum Wr Wb

Beberapa hari yang lalu kita umat islam merayakan tahun baru 1 Muharram 1430 Hijriyah. Tahun baru adalah tidak untuk dirayakan tetapi tahun baru adalah saat tepat untuk muhasabah terhadap rapor prestasi ibadah kita dalam rentang satu tahun yang terlewati, begitu yang saya terima dari guru saya sewaktu masih sekolah. Tak jarang juga saya dengar komentar para khotib agar kita menyadari bahwa jatah kita di dunia berkurang lagi satu tahun. Kedua-duanya masuk akal dan realistis jika kita sadar akan tujuan hidup kita.

Beberapa hari setelah itu saya lihat di jalan-jalan banyak orang jual terompet dengan berbagai macam bentuk. Saya teringat bahwa sebentar lagi tahun Masehi berganti dari 2008 menjadi 2009. "Pantesan dunia seperti meledak", dan jangan kuatir karena nantinya dunia pasti akan meledak. Saya sempat berfikir untuk beli satu buat mainan Hizballah di rumah, tapi... "jangan ah... itu bukan kebiasaan yang baik" pikir saya. Dan ternyata benar saja, sewaktu saya ngobrol dengan atasan saya di kantor, beliau bilang bahwa kebiasaan meniup terompet semacam itu adalah kebiasaan orang Yahudi.

Teringat Yahudi, teringat Israel. Semakin hari semakin bengis saja, kayaknya memang umat islam harus mendukung sepenuhnya konsep Ahmadinejad untuk menghapus Israel dari peta dunia. Karena jika tidak akan menjadi berbalik Israel yang akan menghapus Islam dari peta dunia.

Baca Selengkapnya

Selasa, 23 Desember 2008

Berapa Lama Kita Di Alam Kubur?

dari milis sebelah

Awan
sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Yani berlari-lari gembira di atas jalanan menyeberangi kawasan lampu merah Karet.


Baju merahnya yg Kebesaran melambai Lambai di tiup angin. Tangan kanannya memegang Es krim sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicipi, sementara tangan kirinya mencengkram Ikatan sabuk celana ayahnya.

Yani dan Ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar sejenak ke kanan & kemud ian duduk Di atas seonggok nisan "Hj Rajawali binti Muhammad 19-10-1915 : 20- 01-1965 "

"Nak, ini kubur nenekmu mari Kita berdo'a untuk nenekmu" Yani melihat wajah ayahnya, lalu menirukan tangan ayahnya yg mengangkat ke atas dan ikut memejamkan mata seperti ayahnya. Ia mendengarkan ayahnya berdo'a untuk Neneknya...

"Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya Yah." Ayahnya mengangguk sembari tersenyum, sembari memandang pusara Ibu-nya.

Baca Selengkapnya

Rabu, 17 Desember 2008

Seminar Microsoft tentang Piagam HKI

Rabu, 10 Desember 2008
Sheraton Hotel, Ballroom 1 & 2
Jl. Embong Malang 25-31 Surabaya 60261
Pukul : 08.30 – 14.00 WIB


Details Agenda:

08.30 – 09.00 : Registration and Welcome Refreshment
09.00 – 10.00 : Welcome Speech, Ibu Anti Suryaman – Licence Compliance
Manager PT. Microsoft Indonesia
10.00 – 11.00 : Piagam HKI Program, SAM Consultant – PT. Microsoft
Indonesia
11.00 – 11.15 : Customer Testimony (Guest: IT Supervisor PT. Mega Depo
Indonesia dan Chief BSA Indonesia)
11.15 – 11.45 : Licencing Clinic, Ibu Yuliarini – Licencing Specialist
PT. Microsoft Indonesia
11.45 – 12.15 : Q & A (Question and Answer)
12.15 – 13.00 : Technical Demo (MSIA & Piagam HKI)
Ricky Tjahyadi – PT. Microsoft Indonesia
13.00 – 13.15 : Q & A (Question and Answer)
13.15 – 13.30 : Door Prize
13.30 – 14.00 : Closing + Lunch


WELCOME SPEECH (Ibu Anti Suryaman)

Microsoft merupakan sebuah perusahaan piranti lunak yang telah digunakan secara World Wide, sehingga pengaruhnya besar sekali dalam hal Teknologi Informasi. Sayangnya, di Indonesia banyak terjadi pelanggaran hak cipta dengan bebasnya penjualan CD-CD program aplikasi yang counterfeit (bajakan).

Beberapa tahun terakhir mulai diterapkan law enforcement. Pihak Microsoft bekerja sama dengan penegak hukum di negeri ini mulai melakukan penertiban dengan mengadakan inspeksi ke perusahaan-perusahaan, maupun individu pengguna computer untuk melakukan checking and sweeping jika memang terbukti menggunakan software bajakan.

Dalam suatu instansi ataupun perusahaan yang paling bertanggung jawab dalam hal pemakaian software adalah departemen IT (dalam rumah sakit adalah SIRS). Jika memang sewaktu dilakukan inspeksi terbukti melakukan pelanggaran maka ancaman hukuman yang dikenakan adalah denda minimal 500 juta rupiah dan/atau kurungan minimal 5 tahun.

Baca Selengkapnya

Perjalanan Awal Fithroh Pustaka

Sekedar untuk berbagi

Usaha ini dimulai pada bulan April tahun 2004, bertempat di Kecamatan Sidayu Kabupaten Gresik. Berawal dari perbincangan dengan Bapak saya tentang bagaimana cara mengelola uang sisa gaji bulanan dengan baik. Waktu itu saya baru 3 bulan resmi menjadi karyawan kontrak di Jawa Pos Group. Memang ada opsi untuk tetap menyimpan di rekening Bank, tetapi menurut saya lebih baik lagi kalo bisa bermanfaat lebih. Hasil perbincangan dengan bapak benar-benar memberi hasil sempurna, bagaimana tidak, kami satu arah dan saling setuju ketika saya berinisiatif untuk “jualan” dengan pertimbangan dari beliau “jualan sesuatu yang membawa kebaikan”, memang jalan pikiran beliau tidak pernah lepas dari kemaslahatan umat (sejak muda beliau aktif bergabung dengan salah satu ormas Islam, menjadi penggerak masyarakat, dan pernah juga menjabat pemimpin resmi ormas tersebut).

Dan yang kami pilih adalah “jualan Al-Qur’an”. Waktu itu gaji saya 1.200.000 rupiah, memang tidak besar tapi Alhamdulillah sebulan bisa saya sisihkan 600.000 rupiah tanpa harus memaksa untuk berhemat. Mungkin karena saya waktu itu belum menikah dan juga belum tertarik untuk belanja property. Sebenarnya, 2 bulan sebelumnya saya sudah bisa menyisihkan gaji dengan jumlah yang sama, akan tetapi saya masih belum ada inisiatif untuk berjualan jadi saya investasikan dalam bentuk hewan ternak.

Bapak saya punya langganan Al-Qur’an di daerah Ampel tepatnya Jl. Sasak, beliau sering beli untuk madrasah Al-Furqon dan juga Masjid Al-Furqon, jadi saya tidak harus susah payah mencari tempat kulakan (grosir).

Baca Selengkapnya

Senin, 15 Desember 2008

Awas Rumah Sakit Gadungan

Agar orang tua lebih cerdas dalam memilih yang terbaik sewaktu anak sakit

Hari Senin, tepatnya Tanggal 1 Desember 2008, semua berjalan seperti biasa. Weekend ke Gresik kemaren menyisakan pegal-pegal di punggung. Seperti biasa, pagi itu saya ngajak si junior “Hizballah” untuk keliling komplek naik motor. Setelah itu langsung berangkat kerja.


Jam 2 siang saya pulang kantor dengan oleh-oleh “cerita lucu” untuk istri saya dan sedikit makanan dari kantor untuk anak saya. “Assalamu’alaikum…” spontan terdengar jawaban dengan suara yang cukup akrab, “Wa’alaikum salam… Hizba…!!! Ini abi udah datang, Nak!!!”. Dengan cepat anak saya memaksa lari mendekati saya, langsung saja saya sambut dengan pelukan, ciuman, dan langsung saya gendong. “Badannya kok agak panas??” saya tanya lirih, “iya seharian ini badanya agak anget, sampek 38,5 derajat, udah tak kasih Tempra juga, tapi belum reda” jawab istri saya. Spontan aja perut saya lapar, “wah… pasti sangat melelahkan nanti malam, ada mencretnya nggak? Muntahnya?”, “enggak” jawab istri saya.

Kebiasaan kami memang, tidak langsung membawa ke rumah sakit atau ke dokter jika anak sakit. Kami membiasakan untuk lebih kritis dengan melakukan observasi sendiri selama beberapa saat, begitu juga waktu itu. Saya langsung tarik motor saya ke apotik terdekat beli obat penurun panas untuk persediaan nanti malam.

Baca Selengkapnya

Rabu, 10 Desember 2008

Do'a Rindu Sang Pejuang

Arif Bama (28 Nov 07)

Hari menjelang sore, aku berada di padang rumput nan luas, tempat di mana aku bermain semasa kecil. Aku berdiri memandang ke depan dengan sedikit diburamkan oleh titik embun dari kelopak mataku. “tidak, aku tak boleh rapuh disini…”.


Beberapa hari yang lalu, aku membaca sebuah buku yang berpesan untuk tidak bersedih. Bahwa manusia yang memiliki iman tidak seharusnya bersedih, takut dan juga kecewa. Dan aku sangat bersemangat untuk segera memahami dan menjadikannya sebuah prinsip nan kuat.

Tapi, saat ini… entah karena labilnya jiwaku yang masih muda, atau mungkin karena jiwaku yang manja, atau bahkan mungkin karena kerinduan yang dalam tiada tara, hatiku menjadi serasa mengharu biru, lelah, sedih, dan bahkan juga takut.

Baca Selengkapnya

Jumat, 28 November 2008

Muhasabah Tentang Hal-hal Yang Tidak Terpuji

Beberapa hari yang lalu sewaktu saya baca-baca Kitabullah Al-Qur’anul Karim, kebetulan tepat pada surat Al-Isro’, saya temui beberapa ayat yang saya rasa “pas” banget.

Flashback sedikit ke hari-hari sebelumnya. Bahwa akhir-akhir ini saya merasa “kering” dalam arti kurang siraman rohani, semangat tuma’ninah dan istiqomah terasa mulai terkikis secara gak sadar. Sholat mulai berantakan, hati menjadi keras, semangat belajar hilang sama sekali, mata hati menjadi sulit memisahkan yang haq dan yang bathil. Apa yang sudah terjadi pada diri saya? Hal buruk apa yang telah saya lakukan?

Berangkat dari sini, saya merasa harus segera berbenah, dan subhanallah, Allah memberikan banyak sekali petunjuk dengan cara-caraNya yang selalu unik dan tak terduga. Salah satunya yang cukup menguatkan adalah langsung lewat Al-Qur’an. Edisi baca Al-Qur’an kali ini saya mendapat hal berharga (bukan berarti edisi yang lain tidak).

Baca Selengkapnya

Jumat, 21 November 2008

Adab Terhadap Jenazah dan Ta'ziyah

Sumber Alsofwah.or.id
  1. Segera merawat jenazah dan mengebumikannya untuk meringankan beban keluarganya dan sebagai rasa belas kasih terhadap mereka. Abu Hurairah. Radhiallaahu anhu di dalam haditsnya menyebutkan bahwasanya Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda: “Segeralah (di dalam mengurus) jenazah, sebab jika amal-amalnya shalih, maka kebaikanlah yang kamu berikan kepadanya; dan jika sebaliknya, maka keburukan-lah yang kamu lepaskan dari pundak kamu”. (Muttafaq alaih).
  2. Tidak menangis dengan suara keras, tidak meratapinya dan tidak merobek-robek baju. Karena Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda: “Bukan golongan kami orang yang memukul-mukul pipinya dan merobek-robek bajunya, dan menyerukan kepada seruan jahiliyah”. (HR. Al-Bukhari).
Baca Selengkapnya

Selasa, 18 November 2008

Sepanjang Hidup Jadi Tongkat Ibu

dikutip dari Erabaru.or. id

Hawa udara di Changchun , Tiongkok, sangatlah dingin. Li Yuanyuan memanggul sang ibu yang lumpuh kedua kakinya sambil menggendong putrinya yang berusia dua tahun buru-buru ke rumah sakit karena sang ibu terkena serangan jantung lagi. Orang-orang yang berlalu lalang di jalan memandang mereka bertiga dengan mata terbelalak, semua takjub melihat seorang wanita yang kelihatannya kurus lemah justru memiliki tenaga untuk memanggul satu orang sambil menggendong satu lagi.......

Menurut laporan "City Evening Post", di pagi buta, 13 Pebruari 2008, Li Yuanyuan telah memakaikan baju bagi anak dan sang ibu yang baru sembuh dari sakitnya. Jam 10 pagi, Yuanyuan berjongkok di depan sang ibu, meletakkan kedua kaki ibu di pinggangnya lalu memanggul sang ibu, kemudian menggendong putrinya yang berdiri di atas tempat tidur.

Kedua tangan Yuanyuan dipakai untuk menyangga sang ibu, sedangkan sang ibu membantu merangkul cucunya mengitari leher Yuanyuan. Dengan cara inilah tiga orang tersebut saling berangkulan dengan susah payah keluar dari rumah sakit. Sang ibu telah lumpuh selama 21 tahun, selama 21 tahun itu pulalah Yuanyuan terbiasa memanggul sang ibu keluar masuk rumah sakit.

Baca Selengkapnya